Cari
  • Herman Umbu Billy

METAVERSE - Teleportasi Itu Nyata!

Diperbarui: 23 Feb


Metaverse adalah dunia virtual yang dibangun dengan memanfaatkan perkembangan dan kemajuan teknologi internet, saat ini beberapa perusahan teknologi terkemuka sedang membangun metaverse mereka masing-masing. Teknologi Metaverse akan memungkinkan kita bertemu di realitas virtual, kemudian melakukan segala aktivitas yang saat ini hanya bisa kita lakukan dalam realitas nyata, kini kita bisa sama-sama menjelajahi planet Mars tanpa harus pergi secara fisik kesana, TELEPORTASI TELAH MENJADI NYATA!

Saya pertama kali mengenal kemudian memasuki dunia metaverse pada saat mengikuti salah satu program kerjasama internasional antara ICCN (Indonesia Creative Cities Network) dengan Good City Foundation yang berbasis di Hongkong. Program yang dimaksud ialah BAMO (Bootcamp Accelerator for Mayor Office), program berlangsung secara daring dengan lima pertemuan yang berlangsung mulai tanggal 18 September 2021 kemudian berakhir pada tanggal 13 November 2021, dimana dua pertemuan virtual terakhir dilaksanan di platform engage (metaverse).

Film Ready Player One produksi Warner Bros Pictures dapat menjadi gambaran bagaimana arah pertumbuhan dan pengembangan teknologi Virtual Reality (VR) + Augmanted Reality (AR) yang berpadu pada dunia virtual (metaverse);

Metaverse adalah dimensi lain (baru) dalam kehidupan kita di masa depan, kita akan hidup, beraktivitas, belajar, sekolah, bekerja dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang belum terbayangkan hari ini akan terwujud pada multi semesta virtual nanti.



Sekilas mengenai masa depan internet:


Dalam beberapa waktu terakhir, internet penuh sesak dengan istilah baru seperti Metaverse, NFT, dan kali ini ada Web 3.0 yang merupakan visi masa depan internet dengan istilah lain Web 3.0. Jauh sebelumnya sudah ada pendahulunya yakni Web 1.0 dan Web 2.0.


Web 1.0 dimulai pada 1990-an yakni hari-hari awal internet, saat itu web adalah cara mendemokratisasi akses ke informasi. Berikutnya pertengahan 2000-an ada web 2.0, saat nama-nama besar seperti Google, Amazon, Facebook hingga Twitter muncul. Platform besar itu menertibkan internet dengan mempermudah koneksi dan transaksi online.


Web 3.0 dikonsep terdesentralisasi karena terbangun di atas sistem Blockchain, sehingga terjadi pembukuan pada banyak komputer sekaligus menyimpan data yang bisa dicari oleh siapa saja. Sistem ini akan dioperasikan oleh pengguna secara kolektif bukan lagi oleh pihak tunggal. Pengguna akan diberikan token untuk berpartisipasi, menggunakan/memberikan suara pada keputusan serta menghasilkan nilai nyata, pengguna dapat mengontrol data mereka sendiri. Mereka akan berpindah dari media sosial ke email atau belanja dengan satu akun dipersonalisasi, membuat catatan di Blockchain untuk seluruh aktivitas.





Mari pikiran kita bertualang lebih jauh mengenai teleportasi:

Teleportasi Quantum

Teleportasi Quantum diceritakan dalam buku "Dunia Paralel" oleh Michio Kaku, seorang ahli teori fisika dari Amerika Serikat, spesialis dalam teori dawai, mempopulerkan ilmu pengetahuan alam, pembawa acara radio dan seorang pengarang buku. Pada suatu wawancara (Big Think Big), Michio Kaku mengatakan; "Dalam tahun-tahun mendatang kita berharap untuk dapat menteleportasikan molekul, mungkin air dan karbon dioksida, setelah itu, siapa tahu? Mungkin bahkan DNA."

Namun, kritikus berpendapat ada terlalu banyak atom dalam tubuh manusia untuk diterjemahkan ke dalam data fisik, yang kemudian diteleportasikan dan selanjutnya harus disusun ulang. Ada juga argumen bahwa penteleportasian benda/mahluk hidup berarti mahluk itu akan secara efektif mati dan kemudian dihidupkan kembali karena atom-atomnya dipecah dan kemudian disusun kembali di tempat yang jauh. Michio Kaku menambahkan bahwa saat teleportasi dimungkinkan secara fisik, maka bersamanya juga akan datang satu set dilema etika yang perlu ditangani. "Ini akan menimbulkan pertanyaan, apakah kita hanyalah sekedar sekumpulan informasi/data? atau Apakah esensi dari nyawa adalah informasi/data? Kita tidak tahu jawabannya. Yang bisa kita katakan adalah bahwa adalah mungkin secara fisik untuk menteleportasikan seluruh manusia ke seluruh tempat atau mungkin ke Mars".

Suatu saat nanti jika kita ingin berwisata ke suatu tempat, kita bisa menggantinya dengan mengunggah (upload) ke dalam pikiran kita. Alih-alih bepergian ke penjuru dunia, orang akan men-download memori ke otak mereka untuk membuat mereka merasa seolah-olah mereka telah pergi. Ini hanya salah satu dari banyak realitas yang kita bisa hadapi seiring dengan kemajuan kita memanipulasi pikiran manusia, seperti yang dijelaskan dalam bukunya The Future of Mind. Kita telah belajar lebih banyak tentang otak dalam 15 tahun terakhir daripada yang kita miliki sepanjang sejarah manusia, yang krusial adalah pengetahuan kita tentang peta hubungan saraf di otak, yang dikenal sebagai connectome semakin mendalam. Ini berkat mesin seperti MRI scanner yang dapat melihat bagian mana dari otak yang bercahaya saat seseorang melakukan aktivitas yang berbeda.

Dalam jangka pendek, kita akan dapat menghubungkan pikiran kita ke komputer, kita akan dapat melakukan bentuk-bentuk primitif dari telepati, kita akhirnya akan merekam memori, dan kemudian pasien Alzheimer akan dapat menekan tombol dan memori akan membanjiri otak mereka. Internet akan digantikan oleh 'Brain-net', di mana Anda dapat menyampaikan emosi dan memori bukan hanya teks. Lanjut ke masa depan, mungkin pada abad ke-22 kita bisa mengendalikan robot pengganti di dunia asing dengan pikiran kita, sehingga kita dapat menjelajahi ruang angkasa tanpa secara fisik harus pergi ke mana pun.


"Mungkin alien telah melakukan ini, dan kita berjalan di tengah-tengah sistem antar bintang dimana mahluk-mahluk dunia lain bolak-balik secara teratur ke planet-planet dan bintang-bintang, dan kita hanya terlalu bodoh untuk mengetahuinya". Michio Kaku


Pada Film CHAPPIE produksi Sony Company, manusia telah berhasil memindahkan neuron ke AI (Artificial Intelligence) robot.

19 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua