Cari
  • Herman Umbu Billy

"BIG BANG" IDE & GAGASAN

PERINGATAN! Jangan menganggap remeh ide & gagasan yang terlihat aneh, tidak mungkin dan tidak masuk akal hari ini karena dimasa depan bisa saja ide yang diremehkan tadi adalah pondasi, adalah momentum, adalah 'Big Bang' dari sesuatu yang memberi dampak besar kepada dunia dan mungkin saja kepada alam semesta.


Ada sebuah peristiwa dan tragedi pada abad 19 yaitu tenggelamnya kapal Royal Charter (26 Oktober 1859) di lepas pantai Porth Alerth, Dulas Bay yang disebabkan oleh badai dahsyat yang juga diberi nama Badai Royal Charter. 450 orang tewas dari satu kapal ini saja, total ada 123 kapal lain yang karam dalam badai yang sama. Karamnya Royal Charter masuk kedalam headline news berbagai surat kabar (koran), salah satu yang membacanya adalah pensiunan kapten angkatan laut bernama Robert Fitzroy.


Sewaktu muda Robert Fitzroy adalah salah satu kader mumpuni di angkatan laut Inggris, mendapat tugas-tugas khusus seperti mengantar Charles Darwin dengan kapal Beagle.


Setelah berhenti dari angkatan laut, Fitzroy bekerja pada kantor pemerintahan, bekerja mengumpulkan buku harian kapal tua. Pada saat membaca tentang perisitiwa Royal Charter, Fitzroy tergerak untuk melakukan tindakan. Sebagai mantan kapten pelaut Fitzroy tentu memahami bagaimana kehidupan dan tantangan menjadi pelaut, termasuk bagaimana jika kehilangan teman atau rekan kerja di laut seperti yang terjadi pada Royal Charter. Fitzroy membayangkan seandainya jika kapten lain melihat badai itu datang dan menyampaikannya pada Kapten Royal Charter, mungkin saja ratusan orang itu tidak meninggal.


Fitzroy meyakinkan atasannya untuk membiarkannya mencoba eksperimen radikal, Ia kemudian mendirikan stasiun cuaca disepanjang pantai (Eropa) yang akan mengirimkan data pengukuran harian ke kantornya di London, memanfaatkan teknologi telegraf yang baru saja ditemukan yang memungkinan Ia menerima data cuaca itu real time atau dalam waktu nyata yang kemudian disalin kedalam buku harian kapal (arsipnya ada di Exeter, Inggris). Dengan ide dan gagasan kemudian melakukan inovasi Robert Fitzroy adalah orang yang menciptakan ramalam cuaca pertama. Tanpa 'Big Bang' ide dari Robert Fitzroy, kita tidak akan mengenal ramalam cuaca yang hari ini dengan sangat mudah kita akses melalui gadget ditangan kita.


Apakah ide, gagasan dan inovasinya ini diterima saat itu? Karena baru dimulai tentu ditemukan banyak kesalahan, banyak masalah yang kemudian komunitas ilmiah menekannya terus-menerus, alih-alih mendukungnya mereka justru merasa ini tak layak dilakukan dengan pemikiran bahwa cuaca adalah kekuasaan dan kehendak Tuhan. Bayangkan itu terjadi pada abad ke 19, dengan teknologi yang sangat melimpah saat ini saja para ahli masih sering melakukan kesalahan. Setiap kali Fitzroy melakukan kesalahan para pengkritik menekannya, terutama jika armada nelayan tidak berlayar, lalu badai juga tidak datang yang kemudian mereka marah kepada Fitzroy karena mereka kehilangan tangkapan hari itu.


Fitzroy bekerja di kantornya tanpa lelah karena ingin melakukannya dengan benar. Setelah melakukan ini selama lima tahun Ia begitu lelah dan muak dikritik, suatu pagi Ia mencium salah satu putrinya kemudian Fitzroy melakukan tindakan bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri. Sungguh ironis, Fitzroy menciptakan ramalan cuaca untuk menyelamatkan nyawa tetapi dia sendiri malah bunuh diri, akan menyenangkan jika Ia masih hidup saat ini, melihat bahwa ramalan cuacanya berhasil!

Ide dan gagasan mengenai ramalan cuaca diteruskan kembali oleh seseorang bernama Lewis Fry Richardson.


Pada masa perang dunia I ada seorang ahli matematika bernama Lewis Fry Richardson (namun saat perang dunia I, Richardson mengambil peran sebagai sopir ambulance).Saat fisiknya mengangkut mayat melalui lumpur, dengan peluru terbang di atas kepala atau saat berlindung pada tumpukan jerami menghindari peluru, pemikirannya justru tidak berada disana, dia melihat ke langit kemudian memikirkan bagaimana membuat ramalam cuaca yang diciptakan oleh Fitzroy lebih dari 50 tahun sebelumnya menjadi lebih akurat.


Richardson menemukan cara baru meramalkan cuaca, yang dia sadari diawal adalah bahwa cuaca begitu cepat dan mudah berubah, kita tidak bisa meramalkan cuaca di suatu tempat jika kita tidak mengetahui cuaca di sekitarnya. Jadi untuk meramalkan cuaca dengan akurat, kita harus meramalkan cuaca di seluruh dunia. Bagaimana caranya? Richardson membuat sebuah papan dam, Ia membagi dunia dengan metode papan dam raksasa (kotak-kotak kecil) setiap kotak bertangung jawab mengukur dan menghitung cuacanya sendiri (butuh banyak pengukuran, banyak data dan proses), jika menggunakan komputer maka butuh 3 jam untuk 32 komputer memprediksi cuaca pada setiap kotaknya, artinya untuk seluruh dunia kita butuh 64.000 komputer untuk meramalkan cuaca dalam satu hari. Namun ingat waktu itu belum ada komputer/belum ditemukan, lalu siapa yang melakukannya? mereka adalah manusia (menggunakan kalkulator kuno/mistar hitung) yang melakukan banyak perhitungan ilmiah dari laboratorium di seluruh dunia pada waktu itu.


Metode Richardson inilah yang saat ini digunakan oleh badan meteorologi untuk memprediksi cuaca, menggunakan ribuan komputer yang saling terhubung dengan internet yang didukung oleh big data dan teknologi cloud.


Kitalah saat ini yang menikmati apa yang dicetuskan "BIG BANG IDE & GAGASAN" oleh Robert Fitzroy kemudian dikembangkan oleh Lewis Fry Richardson.


14 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua